asyiknya ketika lulus
15 juni 2009,Ponorogo.seperti biasa entah karna terharu atau karena apa.
Tetapi aksi corat-coret pasti ada.

Siswa siswi ini langsung saja mencoreti
baju mereka ketika melihat bahwa mereka telah lulus ujian.
Tawa,canda,bangga,semua tercurah dalam ramainya aksi mereka,
bukan hanya corat-coret tapi mereka juga berkonfoi melintasi jalanan raya,
di sinilah pokok permasalahan yang sering terjadi. Mereka sama
sekali tidak memperhatikan faktor keselamatan mereka,ad saja
yang tidak memakai helm,dan motor yang standar.
Piahak kepolisianpun juga perlu tindak andil dalam hal ini,terbukti
dengan ketika ada seorang yang melanggar peraturan lalu lintas
langsung saja diberikan tindakan tegas dengan menilang atau
memberi sanksi pada si pelanggar.
Walaupun demikian nyatanya para siswa masih tetap bersemangat
merayakan hasil dari perjuangan mereka selama 3 tahun.
Harapan untuk pelaksanaan uan selanjutnya adalah semoga
jumlah peserta yang lulus akan bertambah banyak.
Sisa-sisa kenangan di ambang kelulusan kelas 3
Maria duduk di bawah angsana. Semilir angin membawa angannya berlari di antara sisa-sisa jeda istirahat jam pertama. Pagi tadi, Maria kembali mendapati sebuah surat yang dibungkus dalam amplop bergaris jingga. Surat kelima yang ironisnya, ia tak pernah tau, siapa tuan pengirimnya
Memang hanya berisi sebuah puisi. Tapi, sebab itulah yang justru membuatnya ingin berlari tiap pagi, bersikejar dengan dentang bel dan derit pagar sekolah. Di laci meja kelas, ia selalu dapati selembar surat tanpa nama. Hanya sebuah garis jingga dan debar yang selalu mengganggunya.
Sehari sebelumnya, hanya secarik kertas dalam amplop yang sama ia temukan tergeletak di atas meja. Sekali lagi, tanpa nama dan hanya garis jingga.
“Senyummu selalu membuatku rindu”
Hanya selarik kalimat yang ada, yang ironisnya membuat batin Maria bergemuruh. Jantungnya seperti terpompa oleh debar asmara. Maria, semakin penasaran dengan pengemar rahasianya.
Ini kali kedua Maria merasakan debar yang sama setelah dua tahun lalu cinta pernah mengelabuhinya. Hati Maria luka, setelah cinta pertamanya kandas oleh lekuk tubuh perempuan lain yang menyebabkan Bayu berpaling darinya. Bayu kepergok memboncengkan Pizka yang merangkulnya dengan ketat. Tawa mereka telah meruntuhkan kepercayaan Maria.
Kini, hati Maria kembali berdebar. Amplop bergaris jingga itu telah membuat hatinya bimbang. Ingin ia segera membuka sudutnya dan mengeluarkan secarik kertas didalamnya. Namun batinnya bergolak. Ia tak ingin hatinya kembali mengalami nasib yang sama. Tapi sisi hatinya yang lain memintanya untuk segera beranjak mencari tambatan hati.
Maria putuskan membukanya. Sebuah puisi dengan tulisan tangan yang teramat rapi.
Cinta adalah sembilu angin lalu,
Terbentang bersama perih dan senyum yang pilu.
Memurni bersama embun pagi,
Dalam dingin bukit hati
Cinta adalah senyummu
Terbentang bersama riang di hati
Memurni untuk saling berbagi
Dalam hangat mentari pagi
Batin Maria bergolak. Dadanya membumbung. Tak pernah ia merasakan debar yang begitu dahsyat pasca cinta yang pernah mengelabuhinya. Meski Maria tak mengerti puisi sama sekali, tapi ia mengerti arti rangkaian kalimat untuknya.
Maria melipatnya. Memasukkan dalam amplop jingga, lalu bergegas ia tempelkan di dada. Senyum Maria menggembang, ia putuskan untuk kembali membuka hatinya. Maria tak akan pernah peduli, jika kelak cinta kembali menyayat hatinya. Karena Maria tahu, sembilu yang kelak menyayatnya, tak kan tergantikan manakala ia berhasil menemukan pujaan hatinya. Cinta, kelak akan membuat jiwanya semakin dewasa, membuat langkahnya seringan kapas, semurni embun pagi.
***
Dari balik jendela kaca kelas, aku hanya bisa tersenyum melihat roman muka Maria. Maria, yang telah mencuri hari-hariku. Senyum dan aroma wangi yang disebarkan dalam kelas telah membuat mataku terbutakan oleh kemilau rindu. Aroma yang tercium jelas karena Maria selalu memilih duduk bersebelahan denganku.
Goes to my nenek

Liburan dah dateng, kesempatan deh buat kyu kunjungi nenek tercinta, yach walaupun jauh…………………….jauh………….., nggak apa-apa deh penting buat ngisi liburan.
pagi peralatan kayak : motor,jaket,helm,tas,masker,sepatu,sarung tangan,dan peralatan untuk hidup disana,” je ileh kayak tukar nasib aja”. dah cakep pakaian, lengkap t..o..p bgt. keren banget deh. eit mauberangkat kayaknya ada yang ketinggalan deh,”apa yahc…….” o..o….kakakku ternyata masih nyangkut di dalam rumah.
dah gak ada halangan, berangkat…………! dari rumah sampek dengok,tengok kiri tengok kanan,gas…………………..,sampek balong,jalan terus nailan slahung, dan ini dia sampek diperbatasan pacitan ponorogo.,berhenti deh kan ada pemandangan bagus.
Udahan ah ntar kebakar kameranya,langsung aja deh kita berangkat lagi,goes to home of nenek………,tapi makin lama kok makin dingin yach…….,kapan nyampeknya?
Tangan erat pegang kendali mata terpusat kedepan tangkap banyaknya lika-liku jalanan,makin naik ke atas puncak pegunungan, masih jauh tapi kok rasanya kepingin foto melulu…….,dasar si orang………, jelek………..
akhirnya ku nyampek sana lo,maksudnya rumah si nenekku, wuih asik banget pokoknya…………………….,dengan sambutan yang cukup meriah seorang raja datang dan menghampiri singgasana,”aduh ini mau dongeng atw gimana sih kok sampek kerajaan segala………..”
HAri pertama disana tak manfaatin buat kumpul bareng sama keluarga,adik dan semua keponakan-keponakan yang tercinta,
Hari kedua ada yang asik lo ku diajakin ke sebuah pemancar telkom yang udah lama. ya sebenernya dah hampir roboh sih,tapi kenapa ya gak di benerin sama pemerintah padahalkan nini juga penting buat kelancaran berkomunikasi……..,memang tempatnya di atas atau di puncak gunung,dari sini pula seluruh wilayah ponorogo,pacitan dan madiun serta daerah di sekitarnya kelihatan dengan jelas…..

Emang tiada hal yang lebih asik dari kumpul bareng tapi cerita yang asik ini cukup sampek sini aja yach…..,ntar disambung besok,lusa,atau minggu depan aja……..pokoknya tetep di blognya bocah sederhana…….
Saat – saat ku sakit…………

Kalau menurut beberapa pendapat orang-orang,terkadang sakit juga tergantung dari musimnya lo,enrah itu panas dingin atau apa aja. Seperti beberapa saat lalu aku terkapae sakit lo (adem,panas,pusng tujuh keliling,lemes gak bisa ngapa-ngapain,gak mut makan,dan buanyak yang lainnya). sakit itu gak enak lo cuma bikin bete and ngebuat aku gak bisaaktivitas apa aja. jelasnya ku sakit campur aduk, habis buanyak sih……..
Tapi paling asyik kalo lagi sakit itu adalh dimana aku DI PERHATIIN ama banyak orang “jangan ngiri lo”,kalo pengen u sakit aja biar sama – sama di perhatii,”bercanda dong jangan marah lo ya”. ku sakit kira-kira selama seminggu lebih,jadinya dah termasuk sungguh kathek…………………
Eh iya buat kalian yang gak pengen sakit jaga aja kondisi tubuh kalian,dari pada sakit gak karuan gak enak bangrt lo…………………, ada beberapa cara buat kaian agar tetep sehat dan kuat, pengen tau kan!
1. istirahat yang cukup ya frend
2.kurangi aktivitas yang berlebihan dalam keseharian kamu
3.berdoa aja deh karna doa kan tetep paling utama ya nggak?
Hari bumi kian bermakna
Hari bumi yang telah kita peringati tanggal 22 april 2009 kemarin,
mengingatkan kita pada kesadaran untuk slalu melindungi lingkungan dan alam kita,akan tetapi kenapa ya teman-teman kesadaran untuk melakukan hal itu sangat minim?. Ada banyak hal yang harus kita renungi adn menyadari betapa banyaknya keslahan yang dangat fatal yang telah kita perbuat, ia sih terkadang pasti temen-temen lupakan kesalahan fatal apa yang telah kalian perbuat,mulai dari kebiasaan kita yang buang sampah seenak kita,hayo ngaku deh,ntar dosa lo…….. .Dari sini pasti tmen-temen seringkan kalo ada himbauan global warming, alangkah seremnya kalo itu terjadi ya nggak? penting kita sekarang lebih sadar akan bahaya yang kan terus terjadi. STOP GLOBAL WARMING, biuh kayak vj MTV aja ya temen-temen.
Bebasnya biaya sekolah bagi anak indonesia
Ada kabar gembira bagi pendidikan Indonesia ! di Januari 2009 ini anak-anak Indonesia usia SD dan SMP dapat menikmati Sekolah bebas SPP.Sebuah harapan yang sudah lama diidam-idamkan , Sekolah Indonesia bebas biaya.Para orang tua bisa bernafas lega karena Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan kebijakan yang memberlakukan sekolah gratis, terutama pada sekolah negeri tingkat pendidikan dasa mulai SD sampai SMP.
Hal tersebut terwujud berkat adanya kenaikan jumlah biaya santunan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di dalamnya termasuk sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), uang penerimaan siswa baru (PSB), biaya ujian sekolah dan juga BOS buku. Adapun perincian dana BOS yang akan diterima oleh tiap siswa adalah sebesar Rp. 400.000/ tahun untuk SD / SDLB di wilayah kota, Rp. 397.000/ tahun untuk SD/ SDLB di kabupaten. Sedangkan untuk siswa SMP/ SMPLB/ SMPT di kota Rp. 575.000/ tahun dan SMP/ SMPLB/ SMPT di kabupaten Rp. 570.000/ tahun.
Dengan BOS, orang tua siswa tak perlu bingung soal biaya. Angka putus sekolah akan berkurang, dan pendidikan pun akan lebih terfokus kepada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Siswa Sekolah Swasta Juga Bisa Bernafas Lega
Untuk siswa miskin yang belajar di sekolah swasta, juga tak perlu khawatir. Pemerintah juga telah menginstruksikan kepada sekolah-sekolah swasta, untuk mendata siswa yang kurang mampu dan membebaskannya dari punguntan biaya operasional sekolah dan tidak ada juga pungutan biaya yang berlebihan kepada siswa yang mampu.
Apa sih RSBI dan SBI?
RSBI adalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, sedangkan SBI adalah Sekolah Bertaraf Internasional. Saat ini di Indonesia terutama di kota-kota besar, banyak sekolah-sekolah yang menyamakan kurikulumnya dengan kurikulum internasional. Dari segi fasilitas pun sudah disesuaikan dengan kualitas bertaraf internasional.
Siswa Senang Belajar, Guru Tenang Mengajar.
Pemberlakuan sekolah gratis bukan berarti penurunan kualitas pendidikan. Untuk itu bukan hanya siswa saja yang diringankan dalam hal biaya, namun kini para guru juga akan merasa lega dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan akan kesejahteraan guru. Tahun 2009 ini pemerintah telah memutuskan untuk memenuhi ketentuan UUD 1945 pasal 31 tentang alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 20%. Sehingga akan tersedianya anggaran untuk menaikkan pendapatan guru, terutama guru pegawai negeri sipil (PNS) berpangkat rendah yang belum berkeluarga dengan masa kerja 0 tahun, sekurang-kurangnya berpendapatan Rp. 2 juta.
Biaya Seragam, Ekstrakulikuler dan Studitour-nya Bagaimana?
Dari dana BOS yang diterima sekolah wajib menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), pembelian buku teks pelajaran, biaya ulangan harian dan ujian, serta biaya perawatan operasional sekolah. Sedangkan biaya yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memiliki biaya besar, seperti: studytour (karyawisata), studi banding, pembelian seragam bagi siswa dan guru untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), serta pembelian bahan atau peralatan yang tidak mendukung kegiatan sekolah, semuanya tidak ditanggung biaya BOS. Dan pemungutan biaya tersebut juga akan tergantung dengan kebijakan tiap-tiap sekolah. Serta tentunya pemerintah akan terus mengawasi dan menjamin agar biaya-biaya tersebut tidak memberatkan para siswa dan orangtua.
Ada Bantuan dari APBD, loh!
Semua pasti berharap terealisasinya pendidikan gratis. Agar anak-anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan dasar 9 tahun dan dapat mengangkat martabat dan derajat bangsa kita. Bagaimana jika suatu waktu terjadi hambatan atau ada sekolah yang masih kekurangan dalam pemenuhan biaya operasionalnya? Tenang saja… karena pemerintah daerah wajib untuk memenuhi kekurangannya dari dana APBD yang ada. Agar proses belajar-mengajar pun tetap terlaksana tanpa kekurangan biaya.
Sanksi Bagi Pelaku Penyimpangan Dana
Pemerintah Daerah akan memasyarakatkan dan melaksanakan kebijakan BOS tahun 2009 ini. Dan akan bertindak tegas bagi yang melanggarnya serta memberantas para pelaku penyimpangan dana tersebut. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka dana BOS akan disalurkan langsung ke rekening tiap-tiap sekolah. Dan secara khusus pemerintah akan mengirim tim pengawas untuk memonitor dana tersebut.
Rumah adat ponorogo
- Rumah Ponorogo Unik dan Elegan – Koridor di bagian depan rumah, ada tiga pintu masuk menuju ke ruang dalam. Teras bagian belakang berada di bawah ruang keluarga. Griya Asri kali ini mengajak pembaca melongok sebuah rumah yang penampilannya cukup unik. Rumah yang berada dipinggir jalan dan berdiri di atas lahan 30 x 40 meter ini hampir 80 persen bahan bangunannya terbuat dari kayu jati asli. Bangunan terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian sayap kiri, bagian sayap kanan dan bagian tengah sebagai bangunan utama. Di sayap kiri terdapat ruang keluarga dan kamar-kamar, di sayap kanan terdapat area servis, sedangkan di ruang utama terdapat ruang umum dan ruang pertemuan keluarga.
Ruang utama ini lebih tinggi satu meter dibandingkan dengan bangunan di kiri kanan. Bangunan tengah sengaja dibuat cukup luas dengan bahan bangunan sebagian besar terdiri dari kayu. Tidak mengherankan kalau pada bangunan ini banyak pilar-pilar yang menyangga sosok bangunan. Ruang-ruang yang ada di bagian utama ini seolah-olah menjadi satu. Pemisahan antar ruang tersebut hanya dilakukan dengan dinding kayu yang tidak penuh dengan membuat lobang-lobang dekoratif, seperti jendela dan pintu yang tidak ada kacanya. Dari sayap kiri dan sayap kanan rumah menuju
ruang utama terdapat tangga penghubung. Jadi kesannya ruang yang berada di tengah ini lebih tinggi daripada bangunan yang ada dikiri kanannya. Antar ruang dari rumah ini tidak menggunakan penyekat. Hanya terdapat bukaan-bukaan berupa pintu dan jendela yang tidak ada daunnya. Dengan demikian kesannya sangat luas dan terasa nyaman sekali. Rumah ini pun tidak menggunakan AC, langit-langitnya dibuat tinggi. Untuk menambah udara segar masuk dan agar tidak panas dipasang kipas angin yang menempel pada kayu dilangit-langit. Kerangka bangunan rumah utama ini berasal dari rumah adat Ponorogo, Jawa Timur. Kerangka rumah Ponorogo tersebut didirikan secara tidak utuh di tempat ini karena banyak bagian-bagian lain yang tidak dipasang. Pada rumah Ponorogo ini terdapat bagian yang disebut tumpang sari yang bersusun tujuh. Hal ini berarti rumah ini dahulunya milik seorang bangsawan. Semakin banyak jumlah tumpang sari pada suatu rumah semakin menunjukkan kebangsawanan orang tersebut. Menurut pemilik rumah, Ny. Yekti K Rumah yang dibelinya ini adalah milik seorang pujangga.tempat orang bertanya bagi masyarakat disekelilingnya. Rumah yang tadinya ada di perkebunan jagung di kota Ponorogo, lalu dibeli Ny. Yekti sebanyak tiga buah. Walaupun kayu-kayu dari rumah tersebut tidak bisa dipasang semua tetapi bisa menghasilkan banyak ruangan. Ny. Yekti bangga terhadap rumahnya, karena rumah ini sesuai dengan keinginannya disamping murah biaya pembangunannya. Rumah ini banyak dikunjungi oleh keluarga dan kerabat terdekat. Bagi mereka yang sudah pernah datang ke rumah ini akan berkomentar bahwa rumah ini enak dan nyaman. Selain itu rumah ini mengingatkan pada Ny. Yekti ketika masih anak-anak di kampung halamannya. Bagian luar rumah berlantai keramik dengan nuansa terakota, sedangkan bagian dalamnya diberikan keramik bernuansa putih keabu-abuan agar mengesankan tidak terlalu gelap. Dindingnya di beberapa bagian ada yang diplester dan ada yang tidak diplester. Dinding yang diplester itu untuk menutupi tulang-tulang beton sedangkan yang tidak diplester untuk memberikan kesan natural pada rumah. Ketika memasuki rumah ini dan menuju ruang tamu kita harus menaiki tangga. Pertama kali kita akan disambut oleh sepasang kursi rotan mungil dan meja marmer bundar berada di beranda depan. Setelah melalui teras, kita dapat menuju ruang tamu melalui 3 pintu kayu. Pintu utama ada di tengah sedangkan pintu lainnya ada di kiri kanan pintu utama. Semua perabot rumah terbuat dari kayu-kayu jati senada dengan bentuk dan bahan bangunan.
Hiasan di dinding dibuat senada yaitu dengan kayu-kayuan, demikian juga dengan meja, kursi dan perabotan lainnya. Bangunan utama ini pada siang hari pencahayaannya terasa sangat optimal karena ruang luar dan ruang dalam dibiarkan terbuka. Dengan demikian bangunan tersebut menyatu dengan alam sekitarnya. Penerangan pada malam hari banyak memakai lampu-lampu antik dengan cahaya dibuat tidak terlalu terang. (Didan Sardjono) Tampak bangunan perpaduan arsitektur bangunan dan taman rumah yang besar, menjadi satu kesatuan yang serasi Bangunan dilihat dari taman belakang. Tampak pilar-pilar yang menyangga bangunan yang berbentuk joglo. Ruang keluarga. Di atasnya tampak tumpang sari yang menjadi ciri kebangsawanan. Arsitektur di ruang tamu. “Kehangatan” kayu jati menyatu dengan perpaduan temboknya yang dominan natural.
sate ayam mak nyues…………..

Anda berkunjung ke Ponorogo??? jangan lupa akan andalan kuliner Ponorogo ( selain Pecel, Dawet, dll ) hayo oooo apa??? Ya..gambar diatas..namanya sate..tapi yang andalan di Ponorogo yaitu sate ayamnya. ratusan pedagang sate ayam akan anda temui jika anda datang di Ponorogo ( kota reyog ) tapi ada salah satu pedagang sate yang mungkin udah terkenal dimana – mana. hayo dimna???? kalo pengen sate yang andalan anda bisa datang di Sate Ayam Pak Tukri Sobikun yang letaknya di gang sate. Gang yang satu ini memang sudah tersohor ke mana-mana, sebab di Gang Lawu- di Kota Ponorogo ini hampir semua penduduknya berjualan sate ayam. Ada satu nama yang terkenal yaitu Sobikun. Inilah pelopor sate Ponorogo di gang ini. Ketiga anaknya kini yang meneruskan yaitu, Tukri, Selamet dan Nandi. Sate ayam Ponorogo, rasanya gurih dan manis. Potongan dagingnya besar-besar, dan bebas lemak. Setiap irisan dipotong memanjang, dan inilah yang membedakan sate Ponorogo dengan daerah lain. Tidak cuma menyajikan bagian daging ayam saja, biasanya sate ayam Ponorogo, menyediakan kulit ayam, jeroan, dan telur. Sebelum dibakar, daging ayam ini dibumbui lebih dulu. Dan selama proses pembakaran, sate ayam ini dicelupkan dalam larutan gula merah dan kecap berulang-ulang kali sehingga rasanya meresap. mantapppppppppp… udah dulu ya..saya ngiler kalo nulis teruss…. Yang penting mampir di ponorogo berarti juga mampir beli sate…..
pejuang kehidupan ibu……………

Semenjak dalam rahim dan sampai sekarang ini pasti aku telah mengenal sosok seorang Ibu yang teramat aku cintai,sayangi dan aku kagumi yaitu IBUKU yang telah melahirkanku, merawatku dan membimbingku hingga saat ini. Tak pernah bosan aku membayangkan, mengagumi dan seharusnya mencontoh kesabaran ibuku dalam menjalani kehidupannya hingga sekarang ini.
Aku kenal ibuku yang telah melahirkan 8 anak, hidup bersama ayahku yang kukenal bertemperamen agak galak dan penuh dengan kedisiplinan (maklum ayahku seorang guru yang pasti harus disiplin pada keluarganya seperti juga pada anak didiknya). Setelah berhenti bekerja alias telah datang masa pensiun ayahku jatuh sakit, penyakit yang banyak menyerang terutama kaum lanjut usia yaitu stroke. Bertahun-tahun sampai pada akhirnya ayahku meninggal, ibuku dengan penuh kesetiaan dan kesabaran, merawat dan melayani ayahku. Karena kami tinggal di kampung berjalan kaki jarak jauh tidak begitu terasa lelah karena suasananya yang damai, dan ibuku yang telah berusia 74 tahun selalu berjalan kaki bersama temannya untuk mengunjungi makam suami mereka masing-masig. Aku kagum dan bangga pada ibuku, Ya Allah….berikan selalu kesehatan, kesabaran, kebahagiaan dan panjang umur pada ibuku.
Setelah aku menikah, ada lagi sosok Ibu yang aku kagumi yaitu Ibu Mertua-ku, yang sampai sekarang beliau masih menjalankan aktivitasnya setiap hari. Di pagi itu kira-kira hampir subuh, aku mendengar orang sedang mandi, aku tanya pada suamiku, dia bilang Ibu yang sedang mandi. Aku pun melanjutkan penelusuran itu. Setelah adzan subuh ibu langsung sholat subuh dan tidak berapa lama langsung memakai baju hangat/jaket dan bergegas keluar rumah meski pekat masih menghiasi alam, dengan berjalan kaki menuju jalan raya dan pergi kepasar naik metromini meski hanya seorang diri, berdagang adalah pekerjaan setiap hari dan beliau seakan tiada peduli dengan apa yang akan terjadi.
Pekerjaan berdagang beliau jalani semenjak ke tujuh anaknya masih kecil dan bersekolah, hal itu harus dilakukan karena sesuatu hal perpisahan dengan suaminya harus terjadi. Apabila anak-anaknya sibuk dan tidak ada seorangpun yang datang untuk membantu menutup kios, maka sebelum sholat maghrib beliau harus menutup kiosnya seorang diri dengan mengangkat papan-papan kayu untuk menutupinya.
Maafkan kesalahan mantumu ini apabila telah salah dan lancang menuliskan tentang kekagumanku pada IBU/mertua-ku, yang pergi bekerja setiap pagi subuh dan pulang pukul 8 malam untuk menghidupi ke tujuh anaknya tanpa seorang pendamping/suami. Ya Allah…..berikan beliau Kesehatan, kesabaran, kekuatan, panjang umur dan kebahagiaan….
Sepincuk cerita warok

Ponorogo identik dengan reognya. Reog bahkan sudah terkenal di dunia, sejak beberapa lama. Kelompok reog, memang tumbuh dan berkembang di mana-mana sebagai kesenian rakyat. Dari cerita tentang reog, baik yang dibicarakan secara terbuka maupun bisik-bisik, muncul pertanyaan. Apa yang menyebabkan seseorang mampu mengangkat dhadhak merak seberat 50 kilogram? Padahal, hanya dengan menggigitnya. Kekuatan gaib apa yang merasuk ke dalamnya?
Ada kekuatan yang tiba-tiba, ketika gigi manusia kuat mengangkat dhadhak merak seberat 50 kilogram. Orang biasa, tentu tidak kuat. Padahal, ia mengangkatnya sambil menari-nari. Pertanyaan ini masih terus berkembang, ketika kesenian reog dari Ponorogo ini ditampilkan. Pada tahun 1486, hutan dibabat atas perintah Bethara Katong. Bukannya tanpa rintangan. Banyak gangguan dari berbagai pihak, termasuk makhluk halus, datang. Namun, karena bantuan warok dan para prajurit Wengker, akhirnya pekerjaan membabat hutan itu lancar.
Lantas, bangunan-bangunan didirikan. Penduduk berdatangan. Setelah menjadi sebuah kadipaten, Bethara Katong kemudian memboyong permaisurinya, yakni Niken Sulastri. Sedang adiknya, Suromenggolo, tetap di tempatnya yakni di Dusun Ngampel. Oleh Katong, daerah yang baru saja dibangun itu diberi nama Prana Raga. Akhirnya, dikenal dengan nama Ponorogo.
Katong sadar ada kesenian yang bisa dikembangkan sebagai media penyebarluasan dakwah. Maka, pada tahun itu pula ia memasukkan seuntai tasbih di ujung paruh burung merak. Namun, kesenian ini sempat surut pada zaman Belanda dan Jepang.
Menurut penjelasan Sugiarso, yang menulis Sejarah Budaya Ponorogo (Penerbit Reksa Budaya, Ponorogo, 2003), pada waktu itu Belanda dan Jepang merasa direpotkan oleh kerumunan massa.
Mereka sangat takut, sehingga sempat surut karena ada larangan penjajah. Namun, semangat masyarakat tak surut.
Bahkan setelah kemerdekaan reog tidak lantas mati, justru tumbuh subur. Bahkan, sampai sekarang ini setiap Grebeg Suro yang jatuh pada 1 Muharam, reog selalu menjadi daya tarik utama. Dalam acara itu juga diadakan upacara larung risalah doa yang diadakan di Telaga Ngebel. Telaga ini terletak sekitar 24 kilometer arah timur laut Ponorogo. Berada pada ketinggian 734 meter di atas permukaan laut. Udaranya sejuk, dan di telaga itu banyak durian, nangka dan manggis bisa diperoleh.
Selain reog, ternyata warok juga sangat dominan di Ponorogo. Warok merupakan warisan budaya leluhur yang berkembang turun-temurun dan menjadi satu penyangga keutuhan daerah Ponorogo sejak masa lalu. Tak bisa dipungkiri, memang terjadi aneka ragam penafsiran mengenai warok.
Hampir tidak ada kepastian yang bisa mengklaim kebenaran seiring dengan perkembangan budaya. Namun, akhirnya pasti akan ditemukan sintesa dari kesamaan maksud atas makna yang berkembang itu. Apalagi warok sudah ada sejak zaman Wengker Kuno. Sejak runtuhnya Kerajaan Medang Prabu Darmawangsa Teguh, muncul kerajaan baru. Misalnya Kerajaan Wengker di Gunung Lawu dan Gunung Wilis.
Kerajaan Wengker didirikan Ketut Wijaya. Ia memang tidak ada hubungannya dengan Raden Wijaya pendiri Majapahit itu. Ketut Wijaya sering dikatakan mempunyai cara hidup seperti rahib Buddha, yang ditandai dengan laku membujang, memiskinkan diri dan ahimsa. Perilaku raja ini memperoleh respons dari pengikutnya dan berkembang ke masyarakat.
Raja ini juga mengangkat punggawa dan prajurit yang diambil dari pemuda-pemuda dan warok. Namun, tahun 1035 Kerajaan Wengker ini dikuasai Airlangga dan namanya diubah menjadi Kahuripan. Meski begitu, para warok tetap melanjutkan kehidupan sucinya. Sebagian ada yang menjadi penguasa lokal, yang dipercaya raja untuk mengendalikan wilayahnya.

Cikal bakal warok, berkesinambungan lagi setelah masa akhir Majapahit, sekitar 1450. Pada waktu itu Prabu Brawijaya V mempercayakan Ki Demang Suryonggalam untuk menjaga bekas Kerajaan Wengker. Ki Demang adalah kerabat sang prabu dan merupakan pemimpin warok. Kemudian sang demang menghimpun para warok untuk digembleng menjadi perwira tangguh. Momentum inilah, yang sering dikatakan sebagai cikal bakal eksistensi warok tahap kedua.
Para warok lebih eksis lagi setelah Bethara Katong mengambil alih kekuasaan Demang Suryangalam. Lantas mendirikan Ponorogo, dan memberi kedudukan yang istimewa pada para warok. Katong tahu, warok-warok itu punya kultur Hindu Buddha. Namun mereka sangat dipercaya masyarakatnya. Sementara Katong sendiri beragama Islam. Maka, terjadilah akulturasi budaya yang cantik antara Hindu Buddha dan Islam. Sejak Bethara Katong itulah posisi warok sangat istimewa di kalangan masyarakat.
flasdisk gergaji

Desain Flashdisk makin gila saja. Setalah ada flashdisk ultraman, flashdisk lucu, sekarang ada flashdisk keren berbentuk gergaji mesin. Ketika mata gergajinya dilepas, maka dapat dimasukkan ke slot USB. Yang istimewa, flashdisk ini dilengkapi dengan “darah” yang belepotan disana-sini. Khas seperti gergaji mesin di Film Residen Evil. Tertarik? Beli saja di ebay seharga 21.99.
Posting Terkait
Penelitian tentang warnet
selasa,17 feb 2009 kawan2Kalau awak melakukan penelitian tentang kriminalitas, apapun bentuknya, sendirinya termasuk ttg penyalahgunaan warnet untuk konsumsi pelempiasan nafsu pornografik, yang kita tentukan adalah garis toleransi ambang batas, bukan masalah generalisasi. Makin liberal dan makin sekuler masyarakat itu, makin tinggi tingkat ambang batas itu. Begitu juga sebaliknya. Nah, yang menarik, kenyataan sosiologiknya bisa terbalik. Negara-negara yang kita sangka liberal dan sekuler justeru menerapkan kode-kode etik yang cukup ketat untuk menjaga nilai-nilai moral di wilayah publik. Kalau soal pribadi di rumah masing2, itu kan lain. Di negara2 yang katanya berkebudayaan tinggi dan bermoral luhur, seperti Indonesia ini, yang notabene mayoritas terbesar rakyatnya adalah muslim, kenyataannya adalah seperti yang kita lihat ini. Apapun, dan apa saja, kayaknya sawahnya tidak berpematang lagi. Nilai-nilai moral terabaikan. Lalu di belakangnya siapa? Tak lain, cukong2 yang punya warnet itu, yang dengan sengaja membikin sekat2 itu untuk value added komersialnya. Dan sengaja merusak akhlak anak bangsa pribumi ini agar ekonomi negeri ini tetap berada di tangan mereka. Kasus orang2 Eskimo, Indian, Negro, Negritos, Aborigin, dan sekarang pribumi Melayu di Indonesia ini, sengaja dirusak akhlaknya untuk tujuan perpetuasi - pelanggengan - kekuasaan penjajahan ekonomi oleh cukong2 dan mnc lain2nya itu. Pada hal di tanah leluhurnya sendiri, di Tiongkok, dan di Singapura, di Malaysia, Thailand, Laos, Kambodia, Vietnam, Australia, dsb, yang semuanya sudah saya lihat, tak ada dan tak dibolehkan adanya sekat2 itu. Dan tempat2 untuk bersitungkin baraja di ruang2 perpustakaan, dan di mana saja di kampus2 di dunia ini tak ada ruang komputer yang pakai sekat2. Faktor lain kecuali cukong itu adalah faktor yang bersarang dalam dada kita sendiri. Nah, tanyai dada itu, dan tanyai diri, baik mana pakai sekat atau tak pakai sekat. Teriring salam untuk semua, Mochtar Naim, calon DPD no 25 dari Sumbar. --- On Mon, 2/16/09, Muljadi Ali Basjah <mulj...@gmx.de> wrote: > From: Muljadi Ali Basjah <mulj...@gmx.de> > Subject: [...@ntau-net] Re: PENELITIAN TTG PRAKTEK WARNET > To: RantauNet@googlegroups.com > Date: Monday, February 16, 2009, 10:00 AM > Ass.Wr.Wb Bapak Arief Rangkayo Mulia jo ummaik RN di > Palanta! > > Ambo cubo manjawab partanyoan P'Arief Rangkayo Mulia. > Mudah2an, tarimonyo indak sunsang dek P'Arief Rangkayo > Mulia baitu juo dek ummaik RN diPalanta. > > Kamanakan P'Arief Rangkayo Mulia itu mambuek skripsi > tantang praktek warnet. Lho itukan ilmiah, namonyo, dibawah > linduangan jo dukuangan Prof. nan legitimasi nyo formal dan > legal. > Salain itu Profesornyo tantu indak malapehkan baitu sajo > M'Siswinyo manulih/maneliti dll. dsbnyo. Effekt > sampiangnyo, kito doakan sajo supayo indak bakataruihan. Dek > jadi ilmuwan itu tantu ado risikonyo, tapi risiko iko tantu > alah dikalkulasi dek M'Siswi jo Professor > pambimbiangnyo. > Kalau cameh itu biaso, tando sayang P'Arief Rangkayo > Mulia jo kamanakannyo. > > Wassalam, > Muljadi,German > > -------- Original-Nachricht -------- > > Datum: Tue, 17 Feb 2009 00:37:51 +0700 > > Von: ARIEF <ariefb...@gmail.com> > > An: RantauNet@googlegroups.com > > Betreff: [...@ntau-net] PENELITIAN TTG PRAKTEK WARNET > > > Assalamu'alaikum W W > > > > Pak Mochtar dan dunsanak salingka Palanta RN... > > > > Indak banyak komentar ambo tentang warnet ko doh.... > > Ambo caliak bukan generalisir atau masalah dramatisir > dari kondisi warnet > > ko... > > Ambo kini sadang di Bukittinggi, dan untuak meng akses > internet harus ka > > warnet. > > Sebagian besar (di atas 80%) apo nan Bapak/uda > caritoan tadi ambo alami. > > > > Dek ambo bukan penguasa, tantu indak punyo kuasa pulo > managah urang2 nan > > di > > warnet tu... > > > > Ado hal menarik nan ingin ambo sampaikan > > > > Dek jengah dengan perilaku tersebut, kamanakan ambo > kini sadang > > manyalasaikan SKRIPSI di Jurusan SOSIOLOGI UNAND > tentang perilaku > > menyimpang anak SMP/ SMA sarato mahasiswa dengan > warnet nan di sekat2 ko. > > (salah seorang pendiri jurusan ko kalo dak salah apak > ambo Pak MOCHTAR > > NAIM) > > > > Dari beberapa orang nan di caritokannyo dalam hasil > wawancara nyo tu > > ternyata maramang bulu kuduak ambo jadi nyo > > > > Kamanakan ambo ko padusi, dan ingin ambo tagah inyo > melanjutkan penelitian > > skripsi nyo, tapi dek iko realita nan terjadi dan > kemudian kamanakan tu > > ambo caliak lai bisa memprotek dirinyo agar tidak > tapangaruah, mako ambo > > hanya bisa mendorong dan mancubo mancarikan beberapa > solusi alternatif > > agar > > inyo indak terseret pulo > > > > Nan saketek agak heran ambo pembimbing skripsi nyo nan > juo adalah mantan > > murid Pak Mochtar dulu di SOSIO UNAND, berusaha > mencegah agar kamanakan ko > > tidak melanjutkan penelitiannyo. Dek dak dapek di > cegah, mako nyo palambek > > lah penelitian ko dengan cara mengulur waktu mamareso > hasil penelitian. > > > > Antah lah, > > Apakah baliau mungkin sajo salah seorang pemilik > warnet atau mungkin > > dunsanak adiak kawan pak etek baliau pengusaha warnet > pulo di SUMBAR, > > indak > > mangarati ambo doh.... > > > > Ba a kolah jalan kalua nyo pak MOCHTAR??? > > > > > > > > Wassalam W W > > > > > > Arief Rangkayo Mulia > > > > Pada 29 Januari 2009 15:04, benni_inayatullah > > <benni_inayatul...@yahoo.com>menulis: > > > > > > > > saya rasa pembahasan ini perlu dilengkapi dengan > data berupa nama > > > warnet ataupun photo yang mengungkapkan secara > jelas bahwa praktek > > > seperti ini memang banyak di Sumbar. Penyakit > urang awak kan suka > > > mengeneralisasi setiap persoalan sehingga seolah > olah semua warnet > > > seperti itu. > > > > > > Perlu juga ditetapkan standar sekat yang > mengakomodasi syahwat itu > > > seperti apa dan sekat yang masih wajar sekedar > untuk menjaga privasi > > > pemakai itu seperti apa. > > > > > > Hal ini untuk menjaga agar pembahasan kita tidak > melebar kesana > > > kemari sehingga berujung fitnah. terus terang > saya sebagai pemakai > > > warnet juga, merasa nyaman dengan adanya sekat > tersebut ketimbang > > > tdiak ada sekat meskipun kadang suka berpikir > yang tidak-tidak juga > > > kalau ada user yang masuk adalah pasangan. > > > > > > BTW rasanya program pemerintah tentang UU > pornografi sudah jalan > > > serta menteri kominfo juga sudah melakukan blokir > terhadap situs > > > porno. Kalau hal itu efktif rasanya lebih baik > ketimbang mengharuskan > > > warnet tanpa sekat. > > > > > > > > > salam > > > > > > Ben
Lampu senter + infrared

Setiap kali bertugas berkeliling komplex, Paijo sang Satpam selalu tampak berani dan gagah. Namun dari hatinya yang paling dalam, Paijo selalu merasa was-was. Ia sebenarnya juga merasa takut jika saat berkeliling kompleks dan memergoki kejahatan, ia takut juga kalau si penjahat sampai nekat. Apalagi beasanya saat malam kondisi kompleks lumayan gelap. Biasanya lampu senter miliknya kurang cukup bisa menerangi jalan.
Tapi kini, semenjak ada lampu senter baru pemberian si bos, Paijo tidak lagi kuatir. Senter pemberian si bos ini dibeli di Hammacher dengan harga $400. Gile.. setara dengan gaji paijo 6 bulan ini. Lampu senter in mampu menerangi jalan di depan Paijo sejauh 13 kaki. Teknologinya juga mutahir. Menggunakan 17 buah infrared LED, lampu senter ini juga dilengkapi dengan kamera video. Video yang dihasilkan sendiri memiliki resolusi 640×480 piksel pada 30 frame per sekon. Lampu senter berkamera milik paijo ini juga dilengkapi dengan memori internal 128 MB dan slot micro SD. Pada bagian gagangnya juga dilengkapi dengan LCD yang akan menampilkan status baterei saat itu.
Nah, semenjak memiliki kamera ini, si Paijo sekarang berani keliling kompleks dengan percaya diri. Bahkan dia sering memergoki anak SMA disekitar kompleks yang lagi main dakon malam-malam. Dan paijo juga merekamnya dengan kamera di lampu senternya dan membuatnya sebagai video 3gp anak sma kompleks (halah.. nembak kiwot) Jadi, jika anda menginginkan video anak SMA lagi main dakon dalam format 3gp, hubungi paijo.. wkakakaak
Kemiskinan di masyarakat
Kemiskinan kerapkali menjadi primadona topik pembicaraan baik dalam diskusi atau pun seminar yang seakan tak pernah habis untuk dibahas. Topik kemiskinan selalu hangat menjadi perbincangan di kehidupan berbangsa dan bernegara.
Momentum pelaksanaan Pemilihan Umum (pemilu) legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden pun ikut mendongkrak “popularitas” kemiskinan. Tak sedikit dari mereka baik tokoh politik maupun partai politik yang menjadikan isu kemiskinan sebagai komoditas kampanye menjaring suara pemilih guna meraup simpati rakyat. Berbagai cara digunakan oleh kontestan untuk meraup simpati masyarakat dengan berbekal kemiskinan. Dari menguraikan air mata, memakan nasi aking, berderma dengan pamrih, beriklan ratusan milyar, mengkritik pemerintahan yang sedang menjalankan amanah, menyerang kandidat lain, merusak pohon (dengan memaku poster dan baliho kandidat), memberikan janji program penghapusan kemiskinan, sampai dengan melakukan berbagai cara agar dapat “menumpang” program-program pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan untuk bisa memanfaatkannya bagi kepentingan pemenangan pemilu.

Perilaku kandidat legislatif dan Presiden serta Wakil Presiden yang menggunakan isu kemiskinan telah sedikit banyak membentuk opini masyarakat bahwa kita ini adalah bangsa yang miskin dan terjadi pemiskinan yang parah. Pemerintah seakan-akan tampak bodoh, tidak berbuat apa-apa. Hampir seluruh media, baik media cetak maupun media elektronik telah mencitrakan para kandidat ini adalah seakan-akan pahlawan atau ‘Satrio Piningit’ yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dalam menghapus kemiskinan.
Dalam menyikapi ini semua, sebagian besar masyarakat awam haruslah pandai-pandai menyaring berbagai informasi yang diterima. Memang sangat disayangkan bahwa isu kemiskinan digunakan oleh para kandidat legislatif dan Presiden serta wakil Presiden sebagai ‘senjata’ politik untuk meraih kepentingan atau kemenangan politik. Ini menunjukkan bahwa kadar kenegarawanan (statemanship) dari para kandidat demikian rendah. Bila kadar kenegarawanannya tinggi, tidak mungkin para kandidat ini akan menggunakan isu kemiskinan ini untuk digunakan menyerang lawan-lawan politiknya. Bila kadar kenegarawannya para kandidat ini cukup tinggi, mereka akan mampu mengeyampingkan segala urusan dan kepentingan politik mereka dan golongannya dan memandang isu kemiskinan ini adalah suatu persoalan bangsa yang harus dibahas bersama tanpa melihat warna politik dan latar belakang ideologinya. Bila kadar kenegarawanannya tinggi, tidak akan ‘tega’ mereka menjual isu kemiskinan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya, sementara masyarakat miskin tidak mendapatkan apa-apa yang nyata dari mereka. Bila kadar kenegarawanannya tinggi, maka mereka akan mengajak lawan-lawan politiknya untuk bekerja bersama menangani persoalan kemiskinan ini.
Hal ini telah dilakukan dan ditunjukkan dengan baik oleh Barack Hussein Obama, Presiden Amerika Serikat periode 2009 – 2014, pada saat berjuang untuk memenangkan kursi kepresidennya. Mengapa di Indonesia yang katanya Negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, sikap dan kadar kenegarawan para elit-elit politik sangat rendah? Bisakah mereka bertemu dengan lawan politiknya bahkan mengajak untuk membangun bangsa dan melupakan persaingan atau kompetisi pada saat berjuang meraih kemenangan politik?
Oleh karena itu, jangan disalahkan bilamana masyarakat semakin muak dan bosan dengan perilaku para kandidat dan elit-elit politik saat ini. Isu kemiskinan tidak dilihat lagi secara obyektif tapi sebaiknya isu kemiskinan dijadikan senjata untuk menjatuhkan lawan-lawan politiknya. Dan ini akan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada para kandidat tersebut.
Bagaimana menyikapi hal ini, pada hemat saya, sudah waktunya para elit yang sedang dan akan bertarung dalam meraih kemenangan dalam pemilu untuk bicara lebih jelas, konkrit dan memberikan solusi-solusi nyata serta realistis mengenai penghapusan kemiskinan dan tidak terjebak pada memberikan janji-janji kosong, menggunakan isu kemiskinan menjadi bagian dari politik pencitraan atau pelisptikan kemiskinan. Juga tidak terjebak pada perilaku yang sifatnya ‘show of force”, atau ‘menunjukkan dirinya jauh lebih bisa mampu dan handal dalam menghapuskan kemiskinan. Masyarakat sangat paham bahwa penghapusan kemiskinan merupakan tugas dan kerja bersama. Tidak ada satu orangpun yang dapat memproklamirkan bahwa dirinya atau kelompoknya saja yang paling hebat dalam upaya menghapus kemiskinan. Upaya penanggulangan kemiskinan adalah milik rakyat karena rakyatlah yang bekerja paling keras untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Sangatlah jelas bagi masyarakat, bahwa para kandidat yang menggunakan isu kemiskinan untuk digunakan menyerang lawan-lawan politiknya dan juga menyerang pemerintahan yang sah adalah kandidat yang kadar kenegarawannya rendah dan diragukan kemampuan dan keteguhannya dalam menghapus kemiskinan. Bilamana menang, belum tentu isu kemiskinan akan menjadi prioritasnya lagi. Sejarah telah banyak membuktikan untuk hal ini. Terpulang kepada masyarakat apakah masyarakat akan memilih kandidat yang kadar kenegarawannya tinggi atau rendah.
Secara faktual, tahun 2009 memang menjadi tahun yang penuh tantangan dan harapan bagi pemerintah khususnya dalam usaha mengurangi jumlah kemiskinan. Sebagai tahun “politik” dan adanya dampak krisis keuangan global maka sedikit banyak akan berpengaruh terhadap dinamika pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Di tahun ini pula, ujung pelaksanaan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2009.
Oleh karena itu, pemeritah kembali memberikan prioritas lebih bagi pengurangan kemiskinan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009. Dalam RKP 2009 pemerintah tetap akan menekankan penurunan tingkat kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Untuk itu tema RKP 2009 adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pengurangan kemiskinan dengan 3 prioritas yaitu peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan pedesaan, percepatan pertumbuhan yang berkualitas, dan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian.
Berdasarkan UU Nomor 41 Tahun 2008 Tentang APBN 2009, sasaran tingkat kemiskinan pada tahun 2009 ditetapkan pada rentang 12 – 14 % yang berarti lebih rendah dari capaian tahun 2008 sebesar 15,42 %. Adanya target tersebut membuat banyak kalangan dan pemberitaan media massa yang pesimis bahwa angka tersebut akan tercapai. Bahkan mereka memprediksi angka kemiskinan di tahun 2009 ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, perasaan optimis dapat mengurangi kemiskinan selayaknya kita tanamkan dalam diri setiap insan di negeri ini. Sebagaimana, rasa optimistis yang dimiliki pemerintah untuk bisa mencapai target ini melalui pelaksanaan program-programnya.
Rasa optimisme tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Tim Pelaksana Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dalam evaluasi awal terhadap perkembangan penanggulangan kemiskinan Tahun 2009 pada bulan Februari lalu. Evaluasi tersebut menggunakan capaian pada tahun 2008 sebagai dasar perhitungan (baseline) dengan jumlah penduduk miskin per bulan Maret 2008 tercatat berjumlah 34,96 juta jiwa (15,42%). Dengan pertimbangan perkembangan dampak krisis keuangan global di Indonesia, maka Pemerintah mengusulkan pada DPR untuk merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 yang semula direncanakan sebesar 6% menjadi 4 – 5 %, dengan target inflasi sebesar 6,0%. Perubahan target pertumbuhan ekonomi tersebut membuat proyeksi angka kemiskinan berdasarkan prakiraan Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 29,99 juta jiwa (13,23%).
Akan tetapi jika inflasi melewati angka 9% dan pertumbuhan ekonomi pada tingkat 4,5 %, maka jumlah penduduk miskin diperkirakan mencapai 14,87% atau sekitar 33,71 juta jiwa. Angka tersebut tentunya tetap lebih rendah dari angka kemiskinan tahun 2008. Rasa optimisme turunnya angka kemiskinan tetap terjaga karena adanya intevensi langsung dari pemerintah yang memberikan bantuan tunai masyarakat tanpa lewat birokrasi. Pemerintah juga telah merencanakan berbagai percepatan program-program penanggulangan kemiskinan dalam 3 klaster. Pemerintah juga menetapkan program PNPM Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat di Klaster 2 dan 3 sebagai bantalan pengaman untuk menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja termasuk menampung PHK.
Demikian juga dengan program-program pemerintah yang tercakup dalam klaster pertama yaitu Raskin, PKH, BLT, Jamkesmas, BOS, akan sangat berperan besar dalam upaya penanggulangan kemiskinan jika dapat dilaksanakan secara efektif sejak triwulan pertama tahun 2009.
Untuk program PNPM Mandiri diperkirakan dapat menyalurkan Bantuan Langsung masyarakat (BLM) sebesar Rp. 11,01 trilyun pada tahun 2009. Dengan jumlah tersebut makan diharapakan jumlah penerima manfaat langsung akan mencapai 8 – 9 juta orang dan penyerapan tenaga kerja sebesar 3 – 4 juta orang. PNPM Mandiri secara tidak langsung juga akan memberikan manfaat kepada lebih dari 33 juta masyarakat. PNPM Mandiri sendiri telah dinyatakan oleh berbagai Lembaga Internasional sebagai program pemberdayaan masyarakat (community driven development program/CDD) yang terbesar di dunia dalam cakupan dan yang paling lengkap. Dengan jumlah peserta aktif dalam program-program yang berada dalam wadah PNPM Mandiri, yaitu PNPM-Perdesaan yang dulu namanya Program Pengembangan kecamatan (PPK) dimulai tahun 1998, PNPM-Perkotaan yang dulunya adalah Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang dimulai sejak tahun 1999, dan program-program lainnya, maka peserta aktif sampai dengan bulan Oktober 2008 tercatat sekitar 41, 3 juta jiwa. Dan peserta tidak langsung adalah sekitar 24 juta jiwa. Tersebar di hampir semua desa terutam desa-desa miskin dan tertinggal di Indonesia.
Oleh karena itu, telah sekitar banyak perwakilan dari 33 negara yang dikirim untuk mempelajari PNPM Mandiri ini baik secara keseluruhan maupun pada program-program yang berada dalam PNPM Mandiri. Justru media massa luar negeri lebih gencar dalam mengapresiasi keberhasilan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan oleh pemerintah saat ini, misalnya PNPM Mandiri, PKH, BLT, BOS dan Jamkesmas (hanya 3 negara yang memberikan Jamkesmas bagi masyarakat miskin yang menanggung secara gratis operasi besar dan berat misalnya operasi jantung, ginjal, kanker, dan lain-lain dan Indonesia salah satunya).
Di sisi lain melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009, pemerintah menetapkan tambahan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 3,4 triliun dengan target penyaluran kredit kumulatif sebesar Rp. 34 Trilyun sampai dengan tahun 2009. Besarnya dana penjaminan tersebut diprediksi akan menyerap sebanyak 4,5 juta tenaga kerja.
Di samping itu, peluang bagi mereka korban PHK untuk memperoleh bantuan usaha sangat besar. Pekerja korban PHK bisa diarahkan untuk menghubungi unit pelaksana program PNPM Mandiri seperti Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di tingkat kecamatan di desa dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di tingkat kelurahan di perkotaan sehingga dapat mengajukan permohonan kredit usaha. Jika beragam upaya yang ada tersebut dapat terlaksana, maka target penanggulangan kemiskinan sebagai indikator pencapaian pemerintah tentunya dapat terpenuhi.
Program-program yang dijalankan oleh Pemerintah saat ini tidak banyak direspon positif dan didukung oleh para elit-elit kandidat yang sedang berjuang untuk meraih suara rakyat dalam pemilu legislatif dan Presiden & Wakil Presiden. Sementara masyarakat, khususnya pemanfaat program-program ini sangat antusias memanfaatkan dan menjalankan program ini. Maka saat ini terjadi adanya kesenjangan aspirasi politik antara masyarakat dan wakil-wakil yang sesungguhnya harus menyuarakan aspirasi masyarakat miskin. Buktinya, masih banyak daerah-daerah yang DPRD-nya menolak untuk menyediakan dana daerah untuk program bersama untuk PNPM Mandiri. Bahkan ada yang secara eksplisit menolak untuk mendukung pelaksanaan PNPM Mandiri dengan tidak menyediakan dana partisipasi daerahnya dengan berbagai alasan, padahal masyarakatnya sangat antusias.
Penutup
Perdebatan mengenai isu kemiskinan yang dilakukan oleh para kandidat yang sedang berjuang dalam pemenangan Pemilu baik pemilu legislatif maupun pemilu Presiden dan wakil Presiden akan menunjukkan sampai sejauh mana kadar kenegarawan masing-masing kandidat tersebut. Bila tarafnya masih menggunakan dan memanfaatkan isu kemiskinan sebagai senjata untuk ‘pamer’ dan digunakan sebagai senjata untuk menyerang lawan-lawan politiknya, maka pada hemat saya, ini menunjukkan kadar kenegarawannya masih rendah. Terpulang kepada kita semua dalam menentukan pilihan kepada kandidat yang betul-betul memperjuangan nasib rakyat banyak terutama rakyat miskin ke depan.
Dimuat di majalah KOMITE, edisi 15-31 Maret ‘09
Dari USB dengan kamera mata-mata
Thanko, produsen spesialis produk-produk USB, kali ini menawarkan sebuah dasi yang dilengkapi dengan sebuah kamera mini yang hampir sama sekali tidak terlihat. Dan dasi USB ini juga disertakan dengan sebuah remote control kecil.


Anda membutuhkan Windows XP atau Vista untuk dapat menggunakannya. Kameranya memiliki internal memory sebesar 4GB, yang cukup untuk menyimpan video dengan durasi sampai 4 jam (dalam bentuk file avi dengan resolusi 352 x 288 pixel). Thanko mengklaim bahwa pengguna dapat merekam video secara terus menerus selama 7 sampai 30 menit. Dan baterainya membutuhkan waktu 2 jam untuk diisi. Di Jepang dasi ini diberikan harga sebesar 130US$. (CrunchGear)
Reog ponorogo

A. Selayang Pandang
Menurut salah satu versi cerita rakyat yang berkembang di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada suatu ketika Raja Bantar Angin, Kelana Sewandana, ingin melamar seorang puteri dari Kerajaan Kediri, Dewi Sanggalangit (dalam versi yang lain disebutkan Dewi Ragil Kuning). Akan tetapi, dalam perjalanannya Raja tersebut dicegat oleh Singobarong penjaga hutan Lodaya. Pasukan Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Raja Bantar Angin dikawal oleh patih Bujanganomdan pasukan warok (pria yang memiliki ilmu kanuragan dengan ciri khas pakaian serba hitam). Pertempuran dua pasukan tangguh inilah yang dianggap sebagai salah satu sumber rujukan bagi pertunjukan tarian Reog Ponorogo.
Pertunjukan Reog biasanya terdiri dari beberapa adegan. Adegan pertama adalah tarian pembuka, yang menampilkan 6-8 lelaki dengan pakaian hitam dan muka (atau topeng) yang dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang marah. Setelah para lelaki pemberani tersebut, berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 perempuan atau bisa juga lelaki yang didandani mirip perempuan yang menaiki kuda kepang (kuda-kudaan dari anyaman bambu).
Fragmen kedua adalah inti dari tarian Reog yang bergantung pada kondisi di mana seni Reog ditampilkan. Jika pertunjukan berhubungan dengan pernikahan, maka yang diekplorasi adalah adegan percintaan. Sedangkan untuk hajatan khitanan, sunatan, maupun memperingati hari besar nasional biasanya yang ditonjolkan adalah fragmen keperwiraan.
Bagian terakhir adalah singabarong, yaitu atraksi di mana seorang penari memakai “topeng” berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu-bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg dengan ukuran yang cukup besar. Uniknya, topeng ini dimainkan hanya dengan mengigit sebilah kayu yang terpasang di bagian belakang topeng. Kemampuan membawakan topeng ini, selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diperoleh dengan latihan spiritual, seperti berpuasa dan bertapa.
Wisatawan yang tertarik menonton pertunjukan Reog dapat mengunjungi agenda pertunjukan yang sifatnya tahunan. Kesenian Reog biasanya diselenggarakan pada tiap perayaan hari kemerdekaan Indonesia (tanggal 17 Agustus) dan perayaan Garebek Suro yang bertepatan dengan hari jadi Kota Ponorogo (tiap tanggal 1 Muharram/tahun baru Hijriah). Agenda tahunan tersebut bisa berupa pertunjukan biasa atau Festival Reog Nasional, yaitu perlombaan kesenian Reog dari seluruh Indonesia.
B. Keistimewaan
Pertunjukan Reog biasanya diselenggarakan di lapangan atau di jalanan karena jumlah penari dan ekplorasi pertunjukan yang memerlukan ruang yang cukup luas. Di arena pertunjukan Reog, penonton bisa menikmati prosesi pertunjukan yang dipenuhi ritual mistis. Misalnya saja, sebelum pertunjukan dimulai, warok (sebutan bagi ketua kelompok Reog) menggelar jampi-jampi memohon kelancaran pertunjukan. Tak jarang di tengah-tengah tarian para penari kesurupan roh halus, sehingga menambah heboh jalannya pertunjukan.
Meskipun umumnya tarian Reog memiliki alur yang jelas, akan tetapi adegan demi adegan dalam seni Reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Di sini selalu ada interaksi antara pemain dan warok (dalam hal ini, warok juga menjadi dalang pertunjukan), serta interaksi antara penari dan penonton. Sehingga, yang terpenting dalam pementasan seni Reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.
C. Lokasi
Kesenian Reog hampir merata diselenggarakan di seluruh Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Akan tetapi, untuk tempat dan waktu pertunjukan yang bersifat rutin, wisatawan dapat menikmatinya di Ibukota Kabupaten Ponorogo.
D. Akses
Untuk mencapai kota Ponorogo, wisatawan dapat menempuh perjalanan melalui Kota Surabaya. Dari Ibukota Provinsi Jawa Timur ini, kota Ponorogo berjarak 200 km ke arah barat-daya. Wisatawan bisa menumpang kendaraan umum (bus) ataupun kendaraan pribadi.
E. Harga Tiket
Menikmati kesenian Reog tidak dipungut biaya.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Festival Reog Nasional biasanya diselenggarakan selama beberapa hari karena banyaknya peserta baik dari dalam maupun luar kota Ponorogo. Oleh sebab itu, bagi wisatawan yang membutuhkan penginapan bisa menyewa hotel yang tersedia di beberapa tempat di kota ponorogo
dian hadi nurrohim.
Jilbab, Antara Trend dan Syariat
Akhir-akhir ini semaraknya penggunaan jilbab boleh dikatakan simbol gerakan baru keagamaan di Indonesia, di mana kaum muda di kalangan mahasiswa dan pelajar cenderung melakukan purifikasi dalam sikap keberagaman mereka, termasuk dalam berbusana.
Kini jilbab telah menembus batas penggunaan jilbab secara ideologis, walau masih dalam kesadaran dan semangat “tampil” sebagai seorang muslimah. Jilbab kini telah merebak dipakai oleh para ibu-ibu anggota majelis taklim, para buruh wanita, para wanita eksekutif, bahkan para selebritis.
Paling tidak pada saat mereka mengikuti pengajian atau pada hari raya dan hari-hari besar Islam, bahkan kala arisan keluarga, kecenderungan mengenakan jilbab semakin meningkat.
Fenomena jilbab di Indonesia secara historis terjadi bersamaan dengan revolusi Islam Iran yang dipimpin Ayatullah Khomeini, berhasil menggusur seorang tiran yang terkenal dengan kekejaman Savak, polisi rahasianya, Syah Reza Pahlevi pada tahun 1979.
Syah Iran itu populer sebagai antek dunia Barat di Timur Tengah, maka Khomeini menjadi lambang kemenangan Islam terhadap boneka Barat. Simbol-simbol kekuatan Khomeini, seperti foto Imam Khomeini dan komunitas Black Veil menjadi trend di kalangan generasi muda Islam di seluruh dunia. Semenjak itu jilbab mulai menghiasi kampus dunia Islam, tidak terkecuali Indonesia.
Pakaian penutup kepala perempuan di Indonesia semula lebih umum dikenal dengan kerudung, tetapi permulaan tahun 1980-an lebih populer dengan jilbab. Jilbab dalam arti penutup kepala hanya dikenal di Indonesia. Di beberapa negara Islam, pakaian sejenis jilbab dikenal dengan beberapa istilah, seperti chadar di Iran, Pardeh di India dan Pakistan, abaya di Irak, hijab di beberapa negara Arab-Afrika seperti Mesir, Sudan, dan Yaman. Berubah makna menjadi pakaian penutup aurat perempuan semenjak abad ke-4 H.
Apapun bentuk dan penamaannya, sebagai identitas muslimah, kerudung atau jilbab menghadapi sejumlah kendala, khususnya yang datang dari pihak-pihak yang memiliki otoritas yang merasa terganggu dengan munculnya fenomena jilbab. Bahkan di negara-negara Barat yang sangat menjunjung tinggi HAM, dianggap bertentangan dengan prinsip sekularisme yang mereka anut.
Ini misalnya terjadi di Perancis yang pada beberapa tahun lalu Kementerian Dalam Negeri Perancis melarang siswi muslimah yang sekolah di sekolah umum mengenakan jilbab. Alasannya, itu simbol keagamaan. Sedang di Perancis yang sekuler, sekolah umum harus bersih dari simbol-simbol keagamaan. Walaupun itu ternyata tidak berlaku bagi kopiah kecil Yahudi yang nempel di kepala orang-orang Yahudi. Di Turki, seorang perempuan anggota parlemen, Merve Kavakci dipersoalkan keanggotaannya lantaran mengenakan jilbab.
Hal yang sama pelarangan jilbab atau kerudung juga pernah terjadi di Indonesia baik di instansi pemerintah, swasta, sekolah-sekolah, maupun perguruan tinggi. Seperti yang pernah dialami penulis pada tahun 2002 ijazahnya tidak ditandatangani oleh rektor karena fotonya berkerudung. Padahal foto berkerudung tersebut adalah bentuk pelaksanaan syariat Islam oleh seorang mahasiswi. Lucunya lagi, jika para pejabat di almamater yang bersangkutan pun ternyata adalah seorang muslim yang seharusnya juga melaksanakan syariat Islam.
Seiring dengan perjalanan zaman, ternyata penggunaan jilbab dan kerudung mengalami perkembangan pesat. Kalau di tahun-tahun 1980-an mahasiswi berjilbab hanyalah satu, dua, kini alhamdulillah, tampaknya pada universitas negeri maupun swasta, mahasiswi berjilbab atau berkerudung sama banyaknya bahkan mungkin lebih banyak daripada mahasiswi yang tidak mengenakan jilbab. Siswi SMU banyak yang sudah berkerudung, bahkan sampai SD. Bahkan guru-guru mereka berjilbab atau berkerudung seperti yang terjadi di Bulukumba saat ini.
Pemakaian jilbab/kerudung semakin marak di berbagai kalangan, melintasi batas-batas kalangan pelajar dan mahasiswa yang menjadi perintis. Jilbab mulai menjadi trend perempuan muslimah. Kalangan eksekutif dan profesional, bahkan sampai para politikus perempuan, mulai mengenakan jilbab atau berkerudung.
Terakhir pemakaian jilbab/kerudung merambah sampai di kalangan artis, yang merupakan trend setter para remaja. Ketika artis marak berjilbab, mempunyai dampak positif semakin banyak orang yang memakai jilbab/kerudung karena artis telah menjadi publik figur dan idola masyarakat.
Para politikus, mulai dari Aisyah Amini, Khofifah Indar Parawansa, Marwah Daud Ibrahim, dan lain-lain menjadi contoh perempuan yang berkerudung. Para artis mulai dari Ida Royani, mantan model Ratih Sanggarwati, Marissa Haque, Inneke Koesherawaty, Titik Sandora, Neno Warisman, Ida Leman menjadi contoh dari kalangan artis karena konsistensinya menggunakan busana muslimah, membuat karier mereka semakin meningkat.
Bersamaan dengan kegembiraan akan maraknya pemakaian busana muslimah di berbagai kalangan itu, terjadi pula keprihatinan yang merupakan dampak negatif karena menjadikan artis sebagai panutan. Dengan keterbatasan pemahaman tentang hukum jilbab, maka yang berkembang di masyarakat tidak sesuai dengan syariat yang terakumulasi menjadi kerudung gaul.
Prinsip kerudung gaul yang terpenting adalah memakai kerudung, terserah bentuk pakaian yang dipakai oleh perempuan. Bahkan yang lebih parah adalah pakaian atas perempuan adalah kerudung sebatas leher atau bahkan hanya menutupi rambut saja, sehingga anting, kalung dan poni rambut kelihatan. Dan pakaian bawahnya adalah pakaian mode terkini yang sedang in, sampai pusarnya kelihatan, tentu ini sangat memprihatinkan.
Dalam tata kehidupan yang serba sekuler, harapan akan kesesuaian jilbab dengan tuntunan syariat tinggal harapan saja. Propaganda yang merusak pemikiran muslimah lebih kuat dan lebih canggih manuver-manuvernya ketimbang para pengemban dakwah dan penyeru kebaikan yang berupaya memberikan kesadaran kepada mereka untuk berbusana sesuai dengan syariat Islam.
Seruan mengenakan jilbab harus dilakukan secara intensif dan dengan beragam pendekatan –di antaranya seperti yang akan dilakukan oleh KPPSI bekerjasama sejumlah Ormas Islam lain melalui Gerakan Sejuta Jilbab tanggal 04 Muharram 1427 nanti (hari ini, red)– sehingga jilbab yang memang diatur oleh syariat Islam, termaktub dalam Alquran dan diimbau oleh Rasulullah saw lewat Sunnah-Nya tidak ditelan propaganda busana trendi, busana muslim kontemporer, busana muslim up to date dan istilah kerudung gaul yang saat ini menghujani pemikiran kaum muslimah terutama remaja yang di tengah pergumulan masyarakat sekuler. Akhirnya makna jilbab dirusak oleh para perancang busana dan oleh para pakar fashion, yang menggantinya dengan kerudung gaul.
Sekarang menjadi problem buat muslimah, apakah dirinya akan mengenakan kerudung gaul yang sedang trend dan tidak menjadi penghalang untuk bergaul bebas, tetapi melanggar hukum Allah? Atau hendak menggunakan jilbab sesuai ketentuan syariat Islam tetapi dengan risiko terkucilkan dalam pergaulan?
Apa jawaban yang pas dengan pertanyaan di atas adalah bergantung pada kaum muslimah, apakah menjawabnya dengan akal yang sehat dan perasaan yang dalam sebagai muslimah sejati, atau dengan hawa nafsu tanpa dengan perasaan sebagai muslimah?
Sebagai orang beriman, para perempuan muslimah tentu saja mengenakan jilbab dan kerudung bukan karena melihat para bintang film, artis, eksekutif, profesional, dan orang-orang yang hari ini dianggap sebagai panutan di masyarakat. Seorang perempuan muslimah mengenakan kedua pakaian syar’i itu sebagai refleksi keimanannya kepada Allah swt.
**
Seorang perempuan muslimah ridha dengan satu-satunya pilihan yang diberikan untuk mengenakan pakaian syar’i, (jilbab dan kerudung) pada saat tampil di hadapan publik, baik ia ke pasar, ke sekolah, ke kampus, ke rumah sakit, ke mal, ke sawah, ke pabrik, atau ke mana saja di mana dia mesti melewati jalan-jalan umum dan bertemu dengan khalayak ramai, di mana di sana ada kehidupan pria dan perempuan secara umum.
Kerelaan perempuan muslimah dengan keputusan Allah swt sang pembuat aturan adalah bentuk ketaqwaan dan ketawaduannya pada firman Allah swt yang artinya “Dan tidaklah patut bagi bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata (QS Al-Ahzab: 36).
**
Tentu dengan dasar keimanan yang kuat itu, perempuan muslimah dengan ringan, mudah, dan penuh keikhlasan bahkan kebanggaan dan perasaan plong bisa melaksanakan perintahnya. Ketika Allah menyeru kaum muslimah untuk menutupkan kain kerudung (khimar) dari atas kepala sampai ke juyub (QS An-Nur: 31) dan menyeru untuk mengulurkan jilbab ke seluruh tubuhnya (QS Al-Ahzab:59), maka secara pasti dan tanpa bantahan lagi seorang muslimah harus melaksanakannya.
Memakai kerudung dan jilbab adalah syariat Allah swt yang harus dijalankan sebagaimana kewajiban salat, puasa, haji, hudud, muamalah, dsb. Sebagai pelaksanaan syariat Islam ini harusnya disertai dengan sanksi-sanksi atas para pelanggarnya karena berangkat dari suatu keyakinan bahwa penerapan syariat Islam tentang jilbab memiliki tujuan luhur, yakni menjaga kehormatan perempuan muslimah dan kesucian masyarakat muslim, tentu tujuan luhur itu sesuai dengan tujuan luhur secara keseluruhan penerapan syariat Islam yang mewujudkan rahmat bagi seluruh ummat manusia di alam ini.
**
Berdasarkan QS Al-Ahzab: 59, dapat kita ketahui bahwa hikmah menggunakan jilbab adalah agar lebih mudah dikenal sehingga tidak diganggu. Pada waktu itu orang-orang fasik berani menggoda para budak perempuan (amah) yang berjalan di malam hari untuk suatu keperluan. Orang fasik tidak berani menggaggu muslimah sebab pelecehan terhadap muslimah akan menerima hukuman besar.
Sejarah mencatat bagaimana tindakan Rasulullah saw terhadap Bani Qainuqa’ yang melecehkan perempuan muslimah di pasar Yahudi, mereka diperangi dan diusir dari Madinah. Identitas perempuan muslimah seperti itu, maka segala gangguan dan pelecehan terhadap mereka pada hakikatnya adalah pelanggaran terhadap kehormatan kaum muslimin secara keseluruhan.
**
Nyatalah bahwa Islam memandang perempuan sebagai suatu kehormatan yang wajib dijaga dan dipelihara. Islam mensyariatkan pakaian jilbab dan khimar adalah untuk menjaga dan memelihara kehormatan. Nabi saw, bersabda: “Perempuan itu adalah aurat”. Berarti tubuh perempuan itu harus ditutupi sebagai aurat yang merupakan kehormatan baginya, tidak seperti saat ini perempuan dijadikan barang komersial, diobral.
Perempuan yang tidak memakai pakaian syar’i (legal) di depan umum, yakni jilbab dan kerudung, berarti dia menyia-nyiakan payung hukum baginya, dan sesungguhnya telah menjatuhkan martabat dan kehormatannya sendiri. **
Gaya hidup glamour
Kehidupan modern, dengan libido kapitalismenya, telah mendidik orang tak sekedar bernafsu memenuhi kebutuhan, tetapi juga bernafsu melunasi gejolak keinginan. Kita, sadar tak sadar, telah jauh mengembala hasrat melampaui kebutuhan dasar. Kita kasak-kusuk dalam jejaring simbol, berhala status, tuhan prestise dan simbol-simbol sosial tertentu.
Berapa uang yang dikeluarkan orang belanja di mal untuk membeli celana dalam yang mahalnya sama dengan harga makan dua minggu bagi si miskin-melarat? Tak sedikit pula orang rela mengeluarkan uang banyak untuk sekedar kursus kepribadian, makan direstoran cepat saji dan trend berpakaian? Orang mabuk citra. Orang-orang tergiur iklan televisi. Orang-orang meniru gaya hidup selebriti yang glamour, boros dan kesetanan. Beli kosmetik paling mahal demi mitos kecantikan. Mengoleksi barang-barang serupa milik artis menjadi kewajiban untuk tak dibilang ketinggalan zaman. Manusia modern seakan-akan menjelma makhluk yang dahaga tak kunjing usai, tak kunjung selesai. Mereka memiliki hasrat yang terus berpacu tanpa ujung, mengejar citra, prestise, status sosial dan keinginan-keinginan yang liar, absurd, pongah… Di kampusku, mahasiwa-mahasiswi berlomba-lomba mengejar prestasi berpakaian trend-berlebihan-norak, bersolek, assesoris mewah, boros jajan dsb. Mereka membuang waktu demikian banyak untuk nongkrong, bergosip dan keseharian tanpa karya, jarang membaca buku apalagi menulis; akibatnya daya berpikir kritis jadi jongkok. Thus, kawan-kawan, kita mesti mulai menyederhanakan gaya hidup. Ini kampus, bukan catwalk. Di kampus, kita menuntut ilmu, bukan audisi cari artis. Daripada membeli kosmetik yang mahal, lebih baik beli buku. Daripada jajan boros, lebih baik menabung. Mulailah memaknai keseharian dengan giat menuntut ilmu, berorganisasi dan berprestasi.
Puisi
Roda – roda cinta
Roda-roda hati terus berputar
Berputar, merubah arti kehidupan
Cinta, kadang berputar cepat tanpa haluan,
Tapi kadang terhenti
Tanpa tau mengapa…….?
Jari- jari kehidupan
Terangkul kokoh tak akan lepas,
Karena semua gejolak-gejolak permasalahan
Hanya karma satu mitos yaitu kepercayaan
Jika tiba saat tak terkendali
Oleh sang pawing hati
Jari-jari dari roda itu kan roboh
Karena satu ancaman,
Yaitu penghianatan,
Dan tiada lagi yang diharapkan teman…………….
By : dian han
Memahami fenomena bunuh diri di ponorogo
Memahami Fenomena Bunuh Diri Di Ponorogo
Bunuh diri menjadi realita yang tak bisa dihindari dan terjadi terus menerus. Mengapa?

Fenomena bunuh diri terus terjadi di Ponorogo. Belum lama ini seorang Kepala Sekolah TK bunuh diri. Tragis terasakan, apalagi motif yang melatar belakangi saya dengar adalah masalah keluarga yang tidak harmonis. Tentunya masih banyak jalan yang bisa ditempuh selain bunuh diri. Belum lagi yang telah terjadi sebelumnya telah mencapai angka lebih dari seratus orang! Mulai dari karena sakit menahun yang tidak kunjung sembuh, tidak punya keluarga, masalah ekonomi, asmara, juga bunuh diri. Bahkan Ponorogo menjadi yang terbanyak di Jawa Timur dalam kasus bunuh diri . Contoh kasus lainnya, juga di Ponorogo seorang anak yang hubungan cintanya tidak direstui oleh orangtuanya telah tiga kali melakukan usaha bunuh diri, dan kali ketiganya berhasil, anak itupun mati.
Bunuh diri dikatakan sebagai mengambil “keputusan kekal” terhadap “masalah yang sementara” (a permanent solution to a temporary problem)
Menurut Norman Wright, seorang psikolog, 10 persen orang yang bunuh diri melakukannya dengan alasan yang tidak jelas. Sebanyak 25 persen digolongkan sebagai orang-orang yang menderita ketidakstabilan mental. Sebanyak 40 persennya lagi melakukan bunuh diri menurut kata hati ketika mengalami gangguan emosi. Ketika stres begitu hebat menguasai mereka, saat itulah mereka memutuskan untuk bunuh diri.
Selain itu, ada juga orang yang bunuh diri agar terlepas dari penderitaan. Orang yang tidak mampu menahan penderitaan dan sakit kronis adalah calon-calon pelaku bunuh diri. Ada juga yang bunuh diri untuk balas dendam, misalnya bagi remaja yang merasa sakit hati akibat penolakan dari orang tua atau kekasihnya.
Bunuh diri adalah salah satu cara membalasnya, agar orang yang telah menyakitinya merasa bersalah.
Faktor Kepribadian
Salah satu faktor yang turut menentukan apakah seseorang itu punya potensi untuk melakukan tindakan bunuh diri adalah faktor kepribadian. Para ahli mengenai soal bunuh diri telah menggolongkan orang yang cenderung untuk bunuh diri sebagai orang yang tidak puas dan belum mandiri, yang terus-menerus meminta, mengeluh, dan mengatur, yang tidak luwes dan kurang mampu menyesuaikan diri. Mereka adalah orang yang memerlukan kepastian mengenai harga dirinya, yang akhirnya menganggap dirinya selalu akan menerima penolakan, dan yang berkepribadian kekanak-kanakan, yang berharap orang lain membuat keputusan dan melaksanakannya untuknya (Doman Lum).
Berdasarkan pernyataan di atas, timbul pertanyaan, mengapa seseorang memiliki kepribadian yang demikian? Robert Firestone dalam buku Suicide and the Inner Voice menulis bahwa mereka yang mempunyai kecenderungan kuat untuk bunuh diri, banyak yang lingkungan terkecilnya tidak memberi rasa aman, lingkungan keluarganya menolak dan tidak hangat, sehingga anak yang dibesarkan di dalamnya merasakan kebingungan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
Pengaruh dari latar belakang kehidupan di masa lampau ini disebut faktor predisposesi (faktor bawaan). Dengan memahami konteks yang demikian, dapatlah kita katakan bahwa akar masalah dari perilaku bunuh diri sebenarnya bukanlah seperti masalah-masalah yang telah disebutkan di atas (ekonomi, putus cinta, penderitaan, dan sebagainya). Sebab masalah-masalah tersebut hanyalah faktor pencetus/pemicu (faktor precipitasi). Penyebab utamanya adalah faktor predisposisi.
Menurut Widyarto Adi Ps, seorang psikolog, seseorang akan jadi melakukan tindakan bunuh diri kalau faktor kedua, pemicu (trigger)-nya, memungkinkan. Tidak mungkin ada tindakan bunuh diri yang muncul tiba-tiba, tanpa ada faktor predisposisi sama sekali. Akumulasi persoalan dari persoalan-persoalan hidup yang terus-menerus, maupun yang tiba-tiba namun begitu berat pada fase sebelumnya akan terpicu oleh suatu peristiwa tertentu. Hidup menjadi tidak berharga, tidak akan ada yang peduli jika dia mati, menganggap bahwa tidak ada gunanya lagi hidup menjadi sebab keputusan itu diambil. Disini letak betapa pentingnya menghargai diri sendiri dan orang lain, juga bagaimana bisa menghargai hidup kita sendiri dan hidup orang lain, meskipun seburuk apapun keadaan kita.
Pandangan Al Quran
Bunuh diri merupakan dosa besar karena dia sama halnya dengan menolak pemberian Alloh yang paling berharga yaitu hidup dan melawan kodrat, meski mungkin bisa jadi justru itulah kodrat dia. Bunuh diri disejajarkan dengan pembunuhan. Ada beberapa ayat yang menegaskan hal tersebut, seperti yang artinya kira-kira:Janganlah kamu membunuh diri kamu sendiri dan anak-anak kamu karena takut miskinSebenarnya bunuh diri tidak perlu terjadi jika maanusia paham bahwa sebenarnya manusia masih mampu untuk bertahan seberat apapun persoalan hidupnya, karena Alloh juga berfirman yang kira-kira begini:Tuhan tidak akan mencobai manusia melebihi batas kemampuannyaJuga, ayat yang berbunyi : Janganlah berputus asa dari rahmat Alloh
Bagaimana Menolongnya?
Jika Anda menemukan orang-orang di sekitar Anda yang pernah menyatakan ingin melakukan tindakan bunuh diri, baik secara langsung maupun tidak langsung, jangan anggap remeh hal tersebut.
Adakan hubungan, pelihara kontak dengan orang tersebut, jalin hubungan yang simpatik, dan dapatkan informasi lebih jauh. Bersikaplah penuh empati, mau mendengarkan dengan hati, dan ikut memahami perasaannya.
Mengapa?
Sebab orang mengatakan ingin bunuh diri sebenarnya sedang mengomunikasikan sesuatu kepada kita: cry for help (jeritan butuh pertolongan & perhatian). Oleh karena itu, patutlah kita ingat bahwa jangan bersikap sebagai seorang moralis atau seorang hakim yang siap untuk “memvonis” niat mereka tersebut sebagai dosa, tidak bermoral, dan sebagainya. Justru apapun yang hendak disampaikannya atau yang dia maui, coba untuk dengarkan dan pahami, lalu sedapat mungkin kita bisa menghindari keinginan-keinginan negatif itu dengan bantuan yang bisa kita lakukan atau meminta siapapun yang bisa membantu untuk turut membantu.
Mengapa?
Sebab para pelaku bunuh diri pada umumnya sudah mengalami perubahan dalam cara berpikir, terutama bagi mereka yang mengalami depresi, sehingga kata-kata vonis yang diucapkan kepada mereka dianggap sebagai sesuatu yang pantas mereka terima, yang pada akhirnya akan membuat keputusan untuk bunuh diri sebagai sesuatu yang harus dilakukan (Norman Wright).
Jika Anda saat ini sedang mengalami masalah, carilah seseorang yang dapat Anda percayai untuk mau mendengarkan keluhan-keluhan Anda. Ekspresikan emosi Anda, sebab emosi yang tertekan dapat menyebabkan pikiran yang terdistorsi. Diharapkan tidak ada lagi orang ayang nekat mengakhiri hidpunya dengan cara pintas seperti ini. Semoga.(Saduran dari berbagai sumber)
By dian hadi nurrohim
Blog jurnalis :junazam.multiply.com
Kalau awak melakukan penelitian tentang kriminalitas, apapun bentuknya,
sendirinya termasuk ttg penyalahgunaan warnet untuk konsumsi pelempiasan nafsu
pornografik, yang kita tentukan adalah garis toleransi ambang batas, bukan
masalah generalisasi. Makin liberal dan makin sekuler masyarakat itu, makin
tinggi tingkat ambang batas itu. Begitu juga sebaliknya. Nah, yang menarik,
kenyataan sosiologiknya bisa terbalik. Negara-negara yang kita sangka liberal
dan sekuler justeru menerapkan kode-kode etik yang cukup ketat untuk menjaga
nilai-nilai moral di wilayah publik. Kalau soal pribadi di rumah masing2, itu
kan lain. Di negara2 yang katanya berkebudayaan tinggi dan bermoral luhur,
seperti Indonesia ini, yang notabene mayoritas terbesar rakyatnya adalah
muslim, kenyataannya adalah seperti yang kita lihat ini. Apapun, dan apa saja,
kayaknya sawahnya tidak berpematang lagi. Nilai-nilai moral terabaikan.
Lalu di belakangnya siapa? Tak lain, cukong2 yang punya warnet itu, yang
dengan sengaja membikin sekat2 itu untuk value added komersialnya. Dan sengaja
merusak akhlak anak bangsa pribumi ini agar ekonomi negeri ini tetap berada di
tangan mereka. Kasus orang2 Eskimo, Indian, Negro, Negritos, Aborigin, dan
sekarang pribumi Melayu di Indonesia ini, sengaja dirusak akhlaknya untuk
tujuan perpetuasi - pelanggengan - kekuasaan penjajahan ekonomi oleh cukong2
dan mnc lain2nya itu.
Pada hal di tanah leluhurnya sendiri, di Tiongkok, dan di Singapura, di
Malaysia, Thailand, Laos, Kambodia, Vietnam, Australia, dsb, yang semuanya
sudah saya lihat, tak ada dan tak dibolehkan adanya sekat2 itu. Dan tempat2
untuk bersitungkin baraja di ruang2 perpustakaan, dan di mana saja di kampus2
di dunia ini tak ada ruang komputer yang pakai sekat2. Faktor lain kecuali
cukong itu adalah faktor yang bersarang dalam dada kita sendiri. Nah, tanyai
dada itu, dan tanyai diri, baik mana pakai sekat atau tak pakai sekat.
Teriring salam untuk semua, Mochtar Naim, calon DPD no 25 dari Sumbar.
--- On Mon, 2/16/09, Muljadi Ali Basjah <mulj...@gmx.de> wrote:
> From: Muljadi Ali Basjah <mulj...@gmx.de>
> Subject: [...@ntau-net] Re: PENELITIAN TTG PRAKTEK WARNET
> To: RantauNet@googlegroups.com
> Date: Monday, February 16, 2009, 10:00 AM
> Ass.Wr.Wb Bapak Arief Rangkayo Mulia jo ummaik RN di
> Palanta!
>
> Ambo cubo manjawab partanyoan P'Arief Rangkayo Mulia.
> Mudah2an, tarimonyo indak sunsang dek P'Arief Rangkayo
> Mulia baitu juo dek ummaik RN diPalanta.
>
> Kamanakan P'Arief Rangkayo Mulia itu mambuek skripsi
> tantang praktek warnet. Lho itukan ilmiah, namonyo, dibawah
> linduangan jo dukuangan Prof. nan legitimasi nyo formal dan
> legal.
> Salain itu Profesornyo tantu indak malapehkan baitu sajo
> M'Siswinyo manulih/maneliti dll. dsbnyo. Effekt
> sampiangnyo, kito doakan sajo supayo indak bakataruihan. Dek
> jadi ilmuwan itu tantu ado risikonyo, tapi risiko iko tantu
> alah dikalkulasi dek M'Siswi jo Professor
> pambimbiangnyo.
> Kalau cameh itu biaso, tando sayang P'Arief Rangkayo
> Mulia jo kamanakannyo.
>
> Wassalam,
> Muljadi,German
>
> -------- Original-Nachricht --------
> > Datum: Tue, 17 Feb 2009 00:37:51 +0700
> > Von: ARIEF <ariefb...@gmail.com>
> > An: RantauNet@googlegroups.com
> > Betreff: [...@ntau-net] PENELITIAN TTG PRAKTEK WARNET
>
> > Assalamu'alaikum W W
> >
> > Pak Mochtar dan dunsanak salingka Palanta RN...
> >
> > Indak banyak komentar ambo tentang warnet ko doh....
> > Ambo caliak bukan generalisir atau masalah dramatisir
> dari kondisi warnet
> > ko...
> > Ambo kini sadang di Bukittinggi, dan untuak meng akses
> internet harus ka
> > warnet.
> > Sebagian besar (di atas 80%) apo nan Bapak/uda
> caritoan tadi ambo alami.
> >
> > Dek ambo bukan penguasa, tantu indak punyo kuasa pulo
> managah urang2 nan
> > di
> > warnet tu...
> >
> > Ado hal menarik nan ingin ambo sampaikan
> >
> > Dek jengah dengan perilaku tersebut, kamanakan ambo
> kini sadang
> > manyalasaikan SKRIPSI di Jurusan SOSIOLOGI UNAND
> tentang perilaku
> > menyimpang anak SMP/ SMA sarato mahasiswa dengan
> warnet nan di sekat2 ko.
> > (salah seorang pendiri jurusan ko kalo dak salah apak
> ambo Pak MOCHTAR
> > NAIM)
> >
> > Dari beberapa orang nan di caritokannyo dalam hasil
> wawancara nyo tu
> > ternyata maramang bulu kuduak ambo jadi nyo
> >
> > Kamanakan ambo ko padusi, dan ingin ambo tagah inyo
> melanjutkan penelitian
> > skripsi nyo, tapi dek iko realita nan terjadi dan
> kemudian kamanakan tu
> > ambo caliak lai bisa memprotek dirinyo agar tidak
> tapangaruah, mako ambo
> > hanya bisa mendorong dan mancubo mancarikan beberapa
> solusi alternatif
> > agar
> > inyo indak terseret pulo
> >
> > Nan saketek agak heran ambo pembimbing skripsi nyo nan
> juo adalah mantan
> > murid Pak Mochtar dulu di SOSIO UNAND, berusaha
> mencegah agar kamanakan ko
> > tidak melanjutkan penelitiannyo. Dek dak dapek di
> cegah, mako nyo palambek
> > lah penelitian ko dengan cara mengulur waktu mamareso
> hasil penelitian.
> >
> > Antah lah,
> > Apakah baliau mungkin sajo salah seorang pemilik
> warnet atau mungkin
> > dunsanak adiak kawan pak etek baliau pengusaha warnet
> pulo di SUMBAR,
> > indak
> > mangarati ambo doh....
> >
> > Ba a kolah jalan kalua nyo pak MOCHTAR???
> >
> >
> >
> > Wassalam W W
> >
> >
> > Arief Rangkayo Mulia
> >
> > Pada 29 Januari 2009 15:04, benni_inayatullah
> > <benni_inayatul...@yahoo.com>menulis:
> >
> > >
> > > saya rasa pembahasan ini perlu dilengkapi dengan
> data berupa nama
> > > warnet ataupun photo yang mengungkapkan secara
> jelas bahwa praktek
> > > seperti ini memang banyak di Sumbar. Penyakit
> urang awak kan suka
> > > mengeneralisasi setiap persoalan sehingga seolah
> olah semua warnet
> > > seperti itu.
> > >
> > > Perlu juga ditetapkan standar sekat yang
> mengakomodasi syahwat itu
> > > seperti apa dan sekat yang masih wajar sekedar
> untuk menjaga privasi
> > > pemakai itu seperti apa.
> > >
> > > Hal ini untuk menjaga agar pembahasan kita tidak
> melebar kesana
> > > kemari sehingga berujung fitnah. terus terang
> saya sebagai pemakai
> > > warnet juga, merasa nyaman dengan adanya sekat
> tersebut ketimbang
> > > tdiak ada sekat meskipun kadang suka berpikir
> yang tidak-tidak juga
> > > kalau ada user yang masuk adalah pasangan.
> > >
> > > BTW rasanya program pemerintah tentang UU
> pornografi sudah jalan
> > > serta menteri kominfo juga sudah melakukan blokir
> terhadap situs
> > > porno. Kalau hal itu efktif rasanya lebih baik
> ketimbang mengharuskan
> > > warnet tanpa sekat.
> > >
> > >
> > > salam
> > >
> > > Ben